Ironi Nyawa Darah Daging yang Hilang demi Taruhan di Layar Gawai
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Kedamaian sebuah keluarga di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, belakangan ini hancur berantakan akibat jerat adiksi judi daring. Seorang remaja laki-laki harus kehilangan masa depannya setelah diduga menjadi korban amukan ayah kandungnya sendiri.
Prahara ini memuncak pada pekan ini ketika sang ayah mendesak istrinya untuk menyerahkan uang ratusan ribu rupiah demi menuruti hawa nafsu bertaruh di dunia maya. Penolakan yang menyertai permintaan tersebut lantas memicu ketegangan yang sangat hebat di dalam rumah.
Di tengah situasi yang memanas, sang anak yang masih berusia belasan tahun secara naluriah mengambil sikap untuk menjadi tameng bagi ibunya. Namun, niat tulus tersebut sayangnya justru mengundang petaka yang merenggut nyawanya.
"Korban ingin membantu ibunya karena bapaknya mungkin berdebat, kemudian korban berusaha untuk membela ibunya," ujar Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto. Ironisnya, pengorbanan sang anak dibalas dengan tindak kekerasan fatal oleh sosok yang seharusnya melindunginya.
Remaja malang tersebut diduga menerima rentetan kekerasan fisik yang berujung pada cedera serius di area vital. Hasil pemeriksaan medis bahkan menunjukkan adanya luka mematikan akibat benturan benda tumpul.
Peristiwa tragis ini kembali membuka mata publik tentang betapa berbahayanya dampak turunan dari perjudian digital terhadap ketahanan keluarga. Aparat kepolisian pun terus mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan kekerasan sebagai jalan keluar dari polemik rumah tangga. (*)